Hayo cepat kasih komentar

Hayo cepat kasih komentar
Kucing Lagi Nodong..where's my comment ?
SELAMAT DATANG DI FORUM KOMUNIKASI ALUMNI SEKOLAH BRUDER 79 PONTIANAK.

BLOG INI DIBUAT SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI ANTAR ALUMNI SEKOLAH BRUDER-PONTIANAK. KHUSUSNYA TEMAN-TEMAN YANG LULUS SD TAHUN 1972, LULUS SMP 1975 DAN LULUS SMA 1979.
ALAMAT EMAIL SEBAGAI BASIS KOMUNIKASI ADALAH
bruder79@gmail.com

FORUM/BLOG INI MILIK KITA SEMUA, DIPERSILAHKAN IKUT MENGELOLA BLOG INI AGAR MENJADI SEBUAH BLOG YANG BAGUS DAN BERMANFAAT.

SANGAT SANGAT DIHARAPKAN KONTRIBUSI DARI TEMAN-TEMAN UNTUK AKTIF MENGISI FORUM INI. TULISAN, ARTIKEL, FOTO-FOTO DAPAT DIKIRIM MELALUI EMAIL NANTI AKAN DIMUAT DALAM BLOG.

ATAU Silahkan langsung menulis sesuatu atau komentar dengan meng-klik "KOMENTAR" di foot-note (di bawah artikel) atau kirim email ke bruder79@gmail.com


PHOTO-SLIDE EPISODE #1

Jika teman-teman masih menyimpan foto-foto tempo dulu yang ada kaitannya dengan sekolah di AR Hakim itu, kirim melalui email kepada kami.................................................

09 Maret, 2009

KOPI, SEDAAAAAAAP......



Semua kita pastilah mengenal kopi, walaupun tak semua dari kita penikmat kopi apalagi maniak kopi.
Bagi saya sendiri, kopi adalah suatu kebutuhan utama sebagaimana halnya kebutuhan akan seks, selalu memberi kenikmatan yang lebih, lebih dan lebih, tetapi sekaligus juga selalu kurang dan kurang dan selalu akan mengulang kembali. Sebagaimana yang dikatakan rekan kita Willy, bahwa kenikmatannya cepat terlupakan, walau tetap membekas (halah si abang berbelit-belit banget, capedeeeeehh) dan perlu disegarkan kembali dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Kopi bagi saya adalah ritual, pagi, siang, sore, bahkan di malam hari. Malam hari?? ga takut kalo ga bisa tidur?? ya nggak lah karena memang,minum kopi pasti tak bisa tidur, hehehehe... mana ada orang yang bisa minum kopi kalau lagi tidur... hehehehe...
Sedemikian ritualnya kopi bagi saya, hingga dalam membuatnya (kecuali kopi 3 in 1 instant)saya selalu mengerjakannya sendiri, mulai dari menyiapkan gelas, merebus air, menuangkan dan menghirup aromanya yang sanggup membuat seluruh sistim saraf saya terbangun dan berdiri tegap, serta memberikan sensasi yang membangkitkan imaji. Walau memang, peralatan untuk ngopi saya masih tergolong primitif, berhubung belum tersedia cukup dana dan belum dapat sponsor untuk beli peralatan yang harganya cukup aduhai.. hahahahaha...

Harga peralatan (baca: mesin kopi) memang ber macam-macam, mulai dari peralatan manual semisal FrenchPress seharga beberapa puluh ribu hingga ratusan ribu, Vietnam Drip yang seratusan ribu, atau mesin kopi yang sederhana seharga ratusan ribu hingga mesin kopi yang berharga jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Marzocco misalnya, konon mencapai USD 7.500,- ya, lebih dar 75 juta rupiah.

Memang sih alat ini biasanya terpasang di cafe kelas atas. Tapi sekedar tahu saja, banyak penikmat kopi yang mempunyai dan mengoleksi peralatan kopi dirumah untuk keperluan sendiri seharga belasan juta rupiah, atau puluhan juta dan terdiri dari berbagai jenis, merk dan type. Yakh.. namanya saja demi kepuasan.
Saya sendiri bukanlah ahli kopi, sekedar penikmat saja. Kopi sendiri mempunyai aturan baku yang cukup rumit, ada standard penyimpanan, standard kekeringan, standard keasaman, dan standard-standard lainnya yang berlaku secara internasional, bahkan ada ahli pencicip kopi.
Bagi saya sendiri, sebagai penikmat, cukuplah apabila kopi ketika mulai dibuka dari bungkus hingga ketika disedu, mengeluarkan aroma yang harum, biasanya kopi tersebut enak. Tetapi kalau ketika dibuka dari kemasan, kopi tsb pelit dengan aroma, bahkan apek... ya udadeh, buang aja, biasanya memang nggak enak.
Begitu banyak kopi berkwalitas yang dihasilkan negara kita, sebut misalnya Aceh Gayo, Lintong, Sidikalang, Mandailing, Toraja Kalosi, Jawa, Flores, Bali, bahkan ada yang setara dengan Blue Mountain Coffee dari Jamaica, yaitu Kopi Wamena dari Papua, yang konon perkebunannya masih asli hutan di ketinggian 1600m dpl, dan bibitnya dibawa langsung dari Blue Mountain Jamaica, oleh seorang Belanda pada tahun sekian (ga tau taun kapan, hehehehe...) Masing-masing jenis dari tempat berbeda akan mempunyai rasa aroma, dan sensasi yang berbeda. Para ahli kopi akan bisa membedakan rasa kopi tsb, seperti misalnya mengandung rasa sweet choco, fruity, herbal, spicy, begitu juga tingkat keasaman, dll, yang semua mempunyai skala tersendiri. Karena itulah, mengoleksi berbagai jenis kopi akan menjadi sangat mengasyikkan. Setiap mengunjungi suatu tempat, saya selalu berusaha untuk mendapatkan kopi asli daerah tersebut, pun oleh-oleh dari rekan-rekan yang kebetulan berkunjung di suatu daerah, pastilah yang saya harapkan adalah kopi.
Berbicara mengenai tempat minum kopi juga tak akan ada habisnya, mulai dari warung-kopi kelas kaki lima, warung tenda, warung pinggir jalan hingga cafe-cafe modern lengkap dengan peralatan modern, fasilitas hotspot, sofa empuk, serta layar lebar yang sangat datar dan setipis karton.
Hampir seluruh daerah mempunyai warung kopi dengan kekhasannya masing-masing. Waktu di Pontianak dulu, tahun 70 an, saya teringat dengan warung kopi legendaris, Sukahati di Jl. Tanjungpura, selalu ramai pengunjung siang dan malam, padahal menunya sangat sederhana, sekedar kopi, kopi susu dan pisang goreng kaya.
Di Pontianak sendiri warung kopi selalu ramai,lihatlah misalnya disepanjang jalan Gajah Mada di malam hari. Atau kalau kita berjalan dari Pontianak, Jungkat, Peniti, Sei.Pinyo (ada kenangan tersendiri di warung kopi Sei Pinyo, hehehehe..), Mempawah, Singkawang, Sambas, Sanggau, pasti akan mudah menjumpai warung kopi.

Suasana di warung kopi demikian cair, lumer dan bercampur dengan harmoni, bagaikan takaran yang pas antara kopi, gula, susu, krimer..

Tak ada batas, tak ada dinding sekat pemisah. Saya teringat akan warung kopi di Solo, hanya warung tenda, Tanyakan ke Willy, dia tau itu.. Di warung kopi sederhana itu, bisa saja disebelah kita duduk seorang DanRem berpangkat Kolonel, atau Kapolres berpangkat AKBP, atau Walikota, Pengusaha, Pengacara, Wartawan, Penyair, Sopir Angkot, Pelajar, Mahasiswa, bahkan pengangguran. Semua bebas berbicara dengan santai,ada pembicaraan politik, diskusi harga yang selalu naik, gosip artis, sepak bola, transaksi bisnis atau apapun juga, biasanya tak ada tema khusus, sekedar bicara saja, tapi terasa suasana yang hangat, hommy. Mungkin tidak saling kenal, tapi selalu ada keinginan untuk bertemu kembali, bahkan menjadikan warung kopi semacam komunitas tak resmi.
Memang berbicara tentang kopi tak akan pernah habisnya. Nah kapan rekan-rekan akan mengajak Abang ngopi bareng, saya tau banyak tempat ngopi di Jakarta yang asyik..

Salam hangat, Horas Jala Gabe, Mauliate Godang, Merdeka... hahahahahahaha....
Read More......

07 Maret, 2009

Santo Paulus

Santo Paulus adalah nama yang diangkat menjadi nama sebuah Sekolah Menengah Atas, yang dikelola oleh sekelompok biarawan dari ordo MTB (Maria Tak Bernoda) di kota Pontianak. Sedangkan Santo Paulus sendiri adalah seorang Santo (Saint) salah satu dari 12 murid Yesus.

Itulah nama SMA Santo Paulus, tempat saya dan kawan-kawan pernah melewatkan sepenggal dari perjalanan hidup ini ketika usia masih belia. Untuk angkatan saya, kami menghabiskan hampir 3 tahun 6 bulan untuk lulus sebagai siswa SMA. Setengah tahun itu berkepanjangan karena kebijaksanaan pemerintah (Menteri P&K waktu itu Daud Yoesoef) menggeser akhir masa sekolah yang dulunya Bulan Desember menjadi sekitar bulan Juni. Jadi yang seharusnya saya lulus SMA akhir tahun 1978, bergeser sehingga lulusnya pertengahan tahun 1979. Jadilah kita-kita ini alumni 1979, seperti nama blog ini, Bruder 79.

Yang pernah mampir numpang belajar/sekolah di Jalan A.R.Hakim ini (dulu bernama Jalan Melati) ini tentu tidak asing lagi mendengar sebuah istilah yakni PPSK (Perhimpunan Pelajar Sekolah Katolik), semacam Osis jaman sekarang tetapi Organisasi ini hanya ada di semua sekolah Katolik seluruh Indonesia. Dan kita juga pernah dan sering mendengar bahkan juga menyanyikan Mars PPSK. Saya berkesempatan menjadi ketua PPSK untuk SMP Bruder (tapi cuma jabatan saja, tanpa ada kegiatan, paling2 majalah dinding sekolah), dan di SMA Sto.Paulus pernah jadi Wk.Ketua PPSK tahun 1977. Berikut ini saya tampilkan logo sekolah kita dulu itu, teks dari Mars PPSK dan sekalian musik instrumen dari Mars PPSK. Terima kasih untuk Sukito yang sudah mengirimkan semua itu sehingga posting ini bisa saya wujudkan di sini.

Logo 1975 BERSAMA

clip_image002

jjika ingin mendengarkan musik/instrumental dari Mars PPSK coba klik di sini.

Mudah-mudahan, apa yang saya tampilkan di sini sanggup membangkitkan kembali kenangan-kenangan indah tentang masa sekolah kita tempo doeloe………..

Dan, motto nya adalah : SEKALI SANTO PAULUS TETAP SANTO PAULUS.

Sedangkan pantun yang populer jaman sekolah dulu adalah : “Tak ada gading yang tak retak. Tak ada bruder yang tak botak”. Huahahahahaha………………………..

Read More......

06 Maret, 2009

ORANG UTAN dan MANUSIA


Apa jadinya jika Orang Utan (Pongo Pygmaeus)menyukai tempat yang sama dengan manusia?
Sudah pasti jawabannya adalah rebutan tempat, dan sudah pasti dengan segala kelebihan sumber daya yang dimiliki manusia, maka orang utan adalah pihak yang terkalahkan dan dikalahkan. Pertanyaannya adalah "Harus Demikiankah Adanya???".

Orang Utan adalah satu satunya kera besar yang hidup di Asia, Kera besar lainnya, seperti Gorilla, Chimpanze, dan Bonobo, hidup di Afrika.
Saat ini populasi dari orang utan Pongo Pygmaeus Pygmaeus yang habitatnya di Kal-Bar dan Serawak hanya tinggal 4.800 ekor, dan dikategorikan Endangered atau langka.
Orang Utan dianggap sebagai suatu "Flagship Species" yang menjadi simbol untuk meningkatkan kesadaran konservasi hutan. Kelestarian orang utan juga menjadi jaminan kelestarian hutan yang menjadi habitat dari orang utan, dan ujungnya juga untuk keselamatan dan kesejahteraan kita, mahluk yang bernama manusia.

Oleh karena itu konservasi harus dilakukan tidak hanya oleh mereka yang bekerja dibidang konservasi, tapi harus didukung dan dilakukan pihak lain termasuk kita.
Bagaimana dengan anda? Pedulikah?? atau masabodoh??? eksploitasi hutan terus menerus???? yang akhirnya akan merusak hutan, merusak paru-paru dunia, dan menyebabkan ancaman banjir serta global warming.
Jawabannya adalah terserah anda.
Salam hangat... Horas jala gabe, mauliate godang.... Merdeka !!!

Read More......

05 Maret, 2009

Traja, TiJe, Busway


Sebagai pengamat masalah transportasi di kota megapolitan (yak, macam iye-iye jak), sudah sebulan ini si Abang keliling Jakarta dengan menggunakan moda transportasi yang tersedia, mulai dari angkot, metromini, patas, kaerel, sampai busway yang nama kerennya traja, atau tije.
Cukup nyaman sebenarnya menggunakan busway, hanya tigarebulimaratus perak udah bisa keliling jakarta. (halah...bilang nyaman segala, bilang aja ga punya mobil pribadi, bilang aja gapunya cukup duit buat naek taksi, bilang aja.. ya apa aja..). Benar kok, cukup nyaman dan cukup membantu soal dana transportasi, pake ac lagi, adem, relatif cepat juga dibandingkan kalo merayap ditengah kemacetan yang semangkin ari semangkin parah.Bahkan kalo sedang beruntung, sekalipun terpaksa berdiri bergelantungan bagaikan rekan-rekan kita diatas pu'un, bisa aja disebelah kita berdiri Luna Maya atau Agnes Monica yang cantik dan harum tersenyum ramah pada kita, sambil sesekali tangannya memegang tangan kita karena bis di rem mendadak oleh sang sopir, akibat ada angkot dan mobil pribadi nyelonong masuk jalur busway... (walah-walah, mimpi kali ni si abang, manelah pulak ade ceritenye Luna Maya bareng Agnes naek busway, ndaklah..jauuuuh..)
Memang soal busway ini masih terjadi pro kontra, yang pro macam si Abang, pastilah mengatakan busway meringankan beban warga, tapi yang kontra menuding busway sebagai salah satu penyebab kemacetan, karena memakan lajur jalan. Tapi kalo dipikir-pikir (sejak kapan si Abang jadi pemikir, kurang kerjaan ya bang, mikirin kemacetan segala, udahlah..serahkan aja pada ahlinya...hwarakakak..), kalau saja seandainya pemda menambah jumlah armada busway, sehingga ga perlu berjubel ngantri di halte menunggu kedatangan busway, mungkin orang akan berpaling ke moda transportasi ini.. (apalagi ada kemungkinan ketemu Luna Maya atao Saiful Jamil..sedap khan??).


Satu busway dapat memuat 85 orang (kadang lebih juga sih, sampe bedempet kayak sarden dalam kaleng, tapi kalo bedempet dengan yang cantek dan wangi, siape pulak sanggup nolak), sementara kendaraan pribadi seringkali hanya berpenumpang 2 orang, artinya satu busway ekivalen dengan 40 mobil pribadi, lha kalo 100 busway kan udah 4000 mobil pribadi, satu mobil panjangnya katakanlah 4 meter, lah kalo 4000 mobil kan berarti menghemat ruas jalan sepanjang 16000 meter (16km), kemacetan pun tentunya berkurang. (halah si Abang, sok ngitung matematis,dulu pelajaran matematik bu Sis sring bolos aja, hahaha... ga sesederhana itulah.. ).
Nah artinya daripada memakai mobil pribadi cuma berduaan, kena macet stress, dan ngedumel ga karuan, khan mending parkir tu mobil trus naek busway aja, ber pahala lho, ikut aktif mengurangi kemacetan dan mengurangi polusi, setuju khan sodara-sodara??
Ya terserah aja sih mau setuju ato menolak, yang penting Abang udah menyumbang pemikiran buat mendukung program pemda ngurangin macet di Jakarta. Kalo gak setuju, tulis dong komentar dibawah ini, ye ndak... hehehe

Akh udahlah, capek, mau setirahat dulu, seharian tadi antre di halte dan bergelantungan di busway, kurang beruntung pulak, tak ketemu Luna Maya... hahahahaha.. Salam hangat.... horas jala gabe, mauliate godang,.... merdeka...

Read More......

Danau Sentarum dan Madu Hutan nya.


Danau Sentarum adalah gugusan danau-danau yang berada di perhuluan Sungai Kapuas, lebih kurang 700 km dari Ibukota Propinsi Kalimantan Barat, Pontianak. Kawasan ini dikenal sebagai Taman Nasional Danau Sentarum (Danau Sentarum National Park – DSNP), dengan luas 132.000 hektar. Danau Sentarum terbentuk pada jaman es (periode pleistogen). Terdapat 510 spesies tumbuhan, 33 diantaranya endemic, dan 10 diantaranya spesies baru. 141 spesies mamalia, 29 diantaranya endemic dan 64% adalah endemic Borneo. 266 spesies ikan. 78% nya adalah spesies ikan air tawar endemic Borneo, serta merupakan habitat ikan air tawar terlengkap di dunia. Disamping itu, hutan Danau Sentarum adalah hutan yang sangat bagus sebagai habitat lebah hutan (Apis Dorsata).

Terdapat 55 kampung di Danau Sentarum, 22 kampung diantaranya memanfaatkan madu hutan (Apis Dorsata), sebagai mata pencaharian. Penduduk dikawasan ini berupaya memaksimalkan potensi alam dengan terus menjaga kawasan sebagai imbangan Insentif Alam terhadap manusia, diantaranya dengan melakukan pemanenan madu dengan tehnik panen lestari, yaitu dengan cara memanen sarang madu yang telah matang dengan memotong kepala madu dan meninggalkan labang tua. Dengan cara ini madu yang dipanen adalah madu yang sudah matang, tidak banyak lebah yang mati ketika panen, larva terjaga, sehingga populasi lebah tetap terjaga bahkan dapat bertambah. Disamping itu cara pengambilan madu tidak dengan memeras sarang, akan tetapi dengan cara memotong sarang (labang kepala) dan meletakkannya diatas kain penapis (saringan) kemudian dibiarkan menetes dengan sendirinya.

Pohon tempat bersarangnya madu hutan Danau Sentarum adalah pohon-pohon tinggi dengan ketinggian 30 – 50 meter, bahkan tidak jarang lebih dari 50 meter tingginya. Pohon yang biasanya dijadikan sarang oleh madu hutan (apis dorsata) di Danau Sentarum diantaranya pohon Rengas (Gluta Rengas), pohon Ran (Dipterocarpustempehes), pohon Tempurau (Dipterocarpus Grasilis).
Sedangkan sumber nectar/bunga bagi pakan lebah tersebut diantaranya, Masung (Syzygium Clauviflora), bunga Putat (Barringtonia Acutangula), bunga Marbemban (Xanthophyllum sp), Kayu Taun (Carallia Bracteaca), Ubah (Syzygium Ducifolium), Kawi (Shorea Belangeran), Leban (Vitex Pinnata), Akar Libang (Monocarpus sp), Ringin (Dillenia Beccariana) dll.

Perbedaan Madu Hutan dengan Madu Ternak

Tentu saja perbedaan utama adalah Madu Hutan berasal dari lebah liar yang mempunyai habitat di alam (hutan), berasal dari lebah Apis Dorsata yang hingga saat ini belum bisa dibudidayakan dengan cara di ternak.
Sedangkan madu ternak, adalah lebah-lebah yang diternakkan (dibudidayakan) dalam koloni-koloni (sarang buatan) yang dibuat oleh manusia. Jenis lebahnya adalah Apis Cerana, Apis Melifera.
Madu Hutan didalam penanganannya tidak mendapat campur tangan manusia, bebas membuat koloni (sarang) di pohon, kadang kadang juga dibebatuan di tebing jurang, pun demikian dengan pakan, memilih sendiri dari bunga-bunga yang ada secara alami dihutan, sehingga dapat dikatakan bahwa Madu Hutan adalah Organik. Dan Madu Hutan Danau Sentarum telah mendapatkan Sertifikat Organik dari BIOCert, serta tergabung dalam JMHI (Jaringan Madu Hutan Indonesia).
Sedangkan madu ternak dalam penanganannya mendapat campur tangan manusia secara langsung, sarangnya berada pada kotak-kotak yang disediakan manusia, dan pada periode tertentu juga diberi pakan berupa gula pasir.

TIMANG LALAU
Madu Hutan Danau Sentarum dipanen sesuai dengan adat istiadat masyarakat Danau Sentarum, dimana sebelum memanen, mereka mengadakan ritual dengan menyanyikan “timang lalau”. Inti dari timang lalau adalah untuk menenangkan para lebah, sekaligus doa keselamatan, agar madu yang dihasilkan berkwalitas baik dan bermanfaat bagi manusia. Pesan dari lagu tersebut adalah minta izin pada ratu lebah untuk memanen madu, dan janji untuk menjaga hutan, agar manusia dan lebah hidup damai dalam satu rantai kehidupan. Ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat Iban dan Melayu di Danau Sentarum, sebagai wujud rasa hormat manusia pada lebah dan hutan yang menjadi sumber penghidupan mereka. Karena lebah hutan (Apis Dorsata) hanya bisa hidup di hutan tropis yang terjaga kondisinya.Usai menyanyikan “Timang Lalau”, para Pemuar (sebutan pengumpul madu hutan dalam bahasa Dayak Iban), bersiap memanjat pohon tempurau (Diptero Carpus Valido), pohon Rengas (Gluta Rengas), ditengah gelapnya malam, diiringi percik bunga api dan kepulan asap, ditingkahi nyanyian burung burung malam, untuk memanen madu hutan.
Dengan mengkonsumsi Madu Hutan Danau Sentarum, berarti Anda juga akan mendapatkan manfaat kesehatan yang berasal dari Madu Hutan dengan kwalitas terbaik, sekaligus Anda juga telah turut serta berpartisipasi dalam kampanye global penyelamatan lingkungan hidup dan komunitas masyarakat.

Read More......

KETAGIHAN MENULIS

Masak sih ? Menulis bisa bikin ketagihan ? Tidak percaya, coba tanya dengan si Abang Amir. Sejak blog ini diluncurkan, dia semakin getol menulis.

Memang bagi yang tidak suka menulis atau yang belum pernah menulis, “menulis sesuatu” merupakan sebuah pekerjaan yang tidak mudah. Bagaimana menuangkan “sebuah ide atau gagasan atau buah pikiran” yang tiba-tiba saja “muncul” ke dalam tulisan. Padahal tidak perlu demikian, cobalah segera menulis ketika hasrat untuk menuliskan sesuatu itu muncul. Jangan sekali sekali berperan sebagai ahli bahasa atau sebagai ahli cerita pada saat kita mulai menulis. Karena jikalau kita sudah mulai menilai tata-bahasa sembari menulis, percayalah…tulisan itu tidak akan pernah terwujud. Tulis saja, mau bagus atau tidak, tata bahasanya benar atau salah, sebodo teuing…………. toh masih ada waktu untuk mengoreksi, meng-edit jika cerita itu sudah selesai ? Yang terpenting adalah ide dari cerita itu sendiri. Tidak percaya ? Cobalah mulai menuangkan “buah pikiran” anda sekarang juga. Angkat pena anda begitu ide yang pertama muncul.

Kalau sudah terbiasa menulis, biasanya akan mulai ketagihan karena tiba-tiba merasa pe-de, eh…kok gua bisa juga yah menjadi penulis. Niscaya segala macam hal yang berkeliaran di alam pikiran dapat diwujudkan ke dalam sebuah tulisan. Seperti seks, menulis butuh libido. Dan kerap menjadi ketagihan karena kenikmatannya. Kenikmatan dari menulis sungguh luar biasa. Ketika sebuah tulisan berhasil diwujudkan, wow….layaknya mencapai kenikmatan orgasme. Karena memory seksual sangat singkat (kata Rendra), selalu kita ingin mengulanginya. Nah, mulailah muncul ketagihan itu.

Ketika pertama kali mulai menulis, saya masih kelas 3 es-em-pe. Masih acak-acakan dan cenderung banyak meniru tulisan orang lain. Di es-em-a barulah mulai menulis lebih benar. Apalagi saya diminta mengasuh Majalah Dinding Sekolah, produktivitas menulis puisi meningkat. Semakin sering kirim puisi ke radio Diah Rosanti. Dan kirim puisi juga ke majalah Midi. Puisi saya pernah dimuat di majalah Midi tahun 1976. Kebiasaan-kebiasaan itulah yang membuat saya “ketagihan” menulis, meskipun belakangan ini untuk menulis sebuah sajak pun, saya belum berhasil. Sajak terakhir yang saya tulis adalah sajak yang berjudul KONTEMPLASI pada tahun 2000. Setelah itu, belum ada yang “jadi”. Atau mungkin saya harus jatuh cinta lagi untuk bisa menulis sajak ? Gombal…………. Akhirnya pelampiasan menulis disalurkan ke bentuk yang lain (bukan masturbasi) yaitu dalam bentuk tulisan ilmiah, esai, atau sekarang dengan adanya blog, semua bisa jadi tulisan. Dari yang serius sampai yang konyol. Apa yang saya baca, tertarik, e…..bisa jadi tulisan tuh. Amir juga begitu sekarang, dia sudah “jago” nulis sekarang ini. Nah, belajarlah dari Amir sehingga menulis bisa menjadi “bagian dari hidup” kita pada usia yang semakin senja. Hehehehe………..

Bahkan dari sekarang saya sudah menyimpan sebuah “obsesi”” atau “sebuah impian”….bukan hal yang muluk-muluk, yaitu jika suatu hari saya sudah pensiun (maksudnya tidak perlu bekerja lagi), saya mau : (1). belajar main piano. (2). bikin novel. Nikmat rasanya di usia senja, setiap hari masih punya kegiatan 5 sampai 6 jam sehari untuk menulis sebuah novel. Syukur-syukur bisa jadi “best seller” seperti J.K.Rouwling dengan Harry Porter nya.

Oleh karena itu, hingga hari ini saya menulis terus dan terus, seperti pada saat anda membaca posting saya ini…..saya sudah orgasme berulang-ulang dengan kenikmatan yang luar biasa. Jadi kapan anda mau menulis ? Segeralah angkat pena, jangan ditunda lagi. Selamat mencoba. (willy cw)

Read More......

28 Februari, 2009

BATAVIA AIR ALAMI GANGGUAN NAVIGASI DI PONTIANAK

clip_image001

Antara - Sabtu, Februari 28

Pontianak (ANTARA) - Pesawat Batavia Air tujuan Pontianak dari Jakarta, Jumat malam, mengalami gangguan di sistem navigasi saat hendak mendarat sehingga sempat berputar-putar di atas Kota Ketapang yang terletak di selatan Pontianak.

Menurut Kepala Cabang PT Metro Batavia Air, Yunan Ismail saat dihubungi, pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Bandar Udara Supadio Pontianak pada pukul 20.30 WIB.

Namun, lanjut dia, sewaktu hendak mendarat, sistem komunikasi maupun radio yang ada di kokpit pesawat nomor penerbangan JP-209 itu, mendadak tidak berfungsi.

"Sistem navigasi ada tiga jenis diantaranya radio dan radar. Menjelang mendarat, tahu-tahu hilang," kata dia.

Pilot kemudian memutuskan untuk menunda pendaratan sambil mencoba memperbaiki gangguan itu. Pesawat buatan Boeing 737 seri 300 itu sempat mencapai Kota Ketapang yang jaraknya ratusan kilometer dari Pontianak.

Waktu tempuh menggunakan pesawat bermesin jet sekitar 15 menit. Pesawat berpenumpang 125 orang dan enam orang awak itu sempat berputar-putar beberapa kali.

"Di Bandara Ketapang juga sudah siap-siap untuk antisipasi. Sesuai prosedurnya," kata Yunan Ismail.

Ketika berada di atas Kota Ketapang itu lah salah satu sistem navigasi kembali berfungsi. Pilot kemudian memutuskan untuk mengembalikan rute ke arah Bandara Supadio Pontianak.

Sekitar satu jam dari jadwal yang direncanakan, pesawat itu mendarat di Bandara Supadio Pontianak.

"Pesawat itu sesuai jadwal, memang menginap di Pontianak," kata dia. Yunan Ismail belum memastikan apakah pesawat itu akan terbang lagi pada Sabtu (28/2) pagi.

"Akan dicek dulu, layak terbang atau tidak," katanya. Pesawat tersebut sebelum berangkat dari Bandara Soekarno Hatta juga sudah menjalani pemeriksaan sehingga dinyatakan laik terbang.

Kepala Dinas Pelayanan Lalu Lintas PT Angkasa Pura (AP) II Cabang Bandara Supadio Pontianak, Syarif Usmulyani Alkadrie mengatakan, masih menunggu laporan dari pilot yang menerbangkan pesawat itu.

"Kapten pesawat sudah ke penginapan. Lagi `suntuk`, tidak bisa ditanyai secara jelas," kata Syarif Usmulyani. Namun secara visual, sewaktu mendarat di Supadio pesawat itu dalam kondisi baik.

Read More......

27 Februari, 2009

DITEMUKAN ORANG HILANG







Sahabat, berkat kejelian dari para pemburu sahabat hilang, maka diketemukanlah seorang lagi dari sahabat kita yang telah sekian lama hilang dari dunia persilatan.Hmm, lebih dari 30 tahun sodara kite ini hilang, dan sekarang siap bergabung kembali dengan komunitas '79.
Dia adalah sahabat kita Boeslintang, Gang Tengah, SD-SMP Bruder.
Beliau ditemukan disekitar padang pasir di Dubai, UAE.


Tapi die bepoto didepan ijo2 bukan didepan padang pasir, kangen sawah dan ladang kaleeee... hahahaha...
Saat ini beliau telah menguasai dunia persilatan di Dubai, dan bagi rekan2 yang memerlukan kontaknya (mungkin kalo mau jalan-jalan ke Dubai), bisa mengontak admin.

Selamat bergabung kembali broer, di tunggu cerita2 nya.
Salam hangat, horas... merdeka... hahahahaha (abang) Read More......

BUKU-KU

Beberapa waktu yang lalu, sewaktu kumpul-kumpul di hotel Sheraton Media Gunung Sahari, saya sempat bincang-bincang dengan Sukiman bahwa saya ingin terbitkan buku (setelah saya tahu dia bisnis percetakan dan distribusi buku). Semangat saya untuk menulis kembali terusik. Oleh karena itu mulailah saya menulis buku yang selama ini terpendam dalam konsep-konsep. Saya mulai mengumpulkan bahan-bahan, sebagian dari buku diktat yang pernah saya publikasikan secara terbatas untuk mahasiswa saya. (sewaktu masih jadi dosen Konstruksi Baja).

Semasa kuliah, saya sering membuat rangkuman bahan kuliah dan jawaban-jawaban soal ujian, yang ternyata sangat laku di tempat fotokopi dekat kampus, buku saya dikomersilkkan tanpa royalti. Bahkan sampai hari ini, jika ke kampus ISTN di daerah Srengseng, di tempat-tempat fotokopi coba tanya : ada diktatnya Willy Wungo, hah….mereka masih punya arsipnya.

Setelah lulus, saya jadi berfikir kenapa tidak saya publikasikan sebuah diktat ? Maka segera saya terbitkan diktat kuliah Konstruksi Baja I. Karena teknologi pada waktu itu (tahun 1985) belum secanggih sekarang ini, saya ketik sendiri dengan mesin tik elektronik, di bawa ke tempat fotokopi, di kopi dengan mesin Xerox agar hasilnya lebih baik, buat Cover berwarna, di jilid dan terbitkan sendiri. Pada waktu itu saya modal-in sendiri dengan tambahan sponsor (ada iklan perusahaan babe nya teman yang dipajang di situ).

Karena kesibukan setelah saya kerja dan hingar-bingar kehidupan, saya sudah tidak produktif lagi. Beruntung bahwa dunia saya masih banyak menuntut untuk terus membaca dan belajar sehingga tidak ketinggalan informasi yang up to date. Produk dari hasil pekerjaan saya juga selalu ter-arsip dengan baik hingga hari ini, sehingga dapat menjadi referensi setiap diperlukan.

Nah, kira-kira setahun yang lalu, kembali saya menulis buku Perencanaan Struktur Baja, dan sekitar bulan Oktober 2008 selesai. Cuma belum sempat saya bawa kemana-mana, baik ke Sukiman ataupun ke penerbit lainnya. Berikut adalah prototype dari buku saya.

001S051IWXi

eit…salah. Hihihihi……… sorry, salah ambil gambarnya……..waw  tembem yah kayak kue apem !!

Cover Buku ok_JPEGnah yang ini sudah benar…………………

So…………ada ndak nih yang mau pasang iklan di buku saya ? Dan, ada yang mau terbitkan ? Gimana Sukiman ?

Read More......

26 Februari, 2009

PERAWATAN KECANTIKAN TRADISIONAL – MURAH MERIAH

Aktris Catherine Zeta Jones belum lama ini mengungkapkan rahasia cantiknya. Katanya, bukan kosmetik mahal yang membuatnya tetap terlihat menawan, namun resep tradisional yang dibuat sendiri di rumah. Salah satunya rahasia cantiknya adalah memakai bir yang dicampur dengan madu dan garam sebagai masker rambut untuk mendapatkan rambut halus dan bersinar. Kalau mau, Anda juga bisa kok mengikuti jejak Catherine dalam merawat kecantikan secara murah.

Read More......

24 Februari, 2009

Buku Pio Kristi

Saya baru saja ketemu buku karangan Pio Kristi Djelani (Pius Djelani) di toko buku Gramedia. Pio adalah angkatan 1976. Sewaktu kita kelas 1, dia kelas 3. Baik di SMP Bruder maupun di SMA St.Paulus. Berikut saya tampilkan buku-buku nya :

buku pius 1

 

buku pius 2 

Sekarang Pio berkarya di Kalimantan Barat, menjalani hidup semi pertapa di Pondok Doa Santa Maria Samabue – Menjalin.

Untuk teman-teman yang dulu pernah ikut Legio Maria presidium Ratu Para Malaekat, Misdinar di gereja katedral (thn.1969 – 1972) dan Legio Maria presidium Benteng Daud(1973-1975) pasti kenal dengan Pius.

Read More......

TEMU KANGEN 22 FEBRUARI 2009

Hari Minggu tgl. 22 Februari 2009 yang baru lalu, sekitar 30 orang jebolan Bruder 79 berkumpul di cafe Pandan-Kelapa Gading Sport Club. Jakarta Utara.

Setelah hampir 30 tahun berlalu (bahkan mungkin lebih daripada itu bagi yang berpisah sejak lulus es-em-pe), reuni temu kangen semacam ini terasa begitu membahagiakan. Tatkala usia semakin senja (apa iya ? aku kok nggak ngrasa yah ? hehehe…), nyaris setengah abad, berjumpa dengan teman-teman seperjuangan sangat menghibur. E…………….ketemu lagi !!!

Cuma sayang, tidak semua yang sudah konfirmasi ok dapat hadir. Seperti Djendro…….tadak ade kabar2 nye di hari-H.

Berikut ini adalah foto-foto yang di-take kemarin : (thank’s untuk Sukito untuk kiriman foto2nya)

Full TeamFull Team Komunitas Bruder 79.

FuNen, rambut kau kemane ? Mengkilat jak tuh jidat….

 sesi-01

Dokter Tedhy lagi meng-sosialisasi-kan penyakit tulang keropos.

Wanita lebih riskan dibandingkan pria, karna wanita jarang nyusu, kalo laki-laki sering dan suka susu………

DSC00258 Lagi ngapain tuh orang, kayaknya serius amat yah……. ooo lagi cerite blog kite nih Bruder79. hehehe….

Nah itu dia manusia-manusia yang sempat hadir dalam temu-kangen kemarin 22 02 09. Lalu, kenapa kita tidak buat yang lebih besar lagi? Ada kendala Sukito ? Dan saya usul lain kali kita mesti cari tempat yang lebih enak lagi. Dengan makanan yang lebih “maknyus”. Kalau saya boleh menilai, lidah hotelier saya mengatakan makanan sport club ini tidak terlalu Nyus, biasa-biasa saja. Sebelum saya lupa ada baiknya saya usulkan saja di sini, untuk beberapa hal yang mungkin bisa ditingkatkan lain waktu.

  1. Tempat yang akan dipakai memang harus punya fasilitas proyektor, wi-fi, sehingga kalau kita ada sesi untuk sosialisasi kan sebuah topik, bisa dilakukan.
  2. Makanan kayaknya harus lebih spesifik atau khas. Dan enak.
  3. Apa salahnya sambil kita ngobrol ada iringan dentingan piano ? atau ada yang menyanyi ?
  4. Dan masih ada usul apa lagi nih, silahkan kasih comment di posting ini.

Mudah-mudahan input dari saya bisa menghasilkan feed-back yang lebih meriah lagi. Dan apa yang telah kita lakukan selama ini, sebagai sebuah komunitas, sudah sangat bagus sekali. jarang ada alumni yang ngumpul dengan rutin seperti kita ini. Mari kita pertahankan apa yang sudah baik, dan terus melakukan perbaikan-perbaikan agar komunitas ini tetap terbina dengan awet.

salam hangat,

willy c. wungo

 

Read More......

23 Februari, 2009

Cerdas Cermat – Tebak Gambar

Di bawah ini adalah foto cewek sexy dengan pose yang aduhai. Sengaja saya crop mulai dari hidung ke bawah. Coba tebak, ini foto siapa ?

Yang bisa jawab, hadiahnya “Honda-bebek”

Jupe_crop

Read More......

19 Februari, 2009

SILE BERKUNJUNG




Selamat datang kembali sodara-sodaraku, sebangsa setanah air, satu guru satu ilmu, warga kampong bruder79.
Silelah dinikmati, ape yang bise sodara nikmati, ambeklah ape yang bise diambek, jangan ragu jangan malu.Tak ape, anggap jak rumah sendiri, sile-sile selep serpis jak lah yee..
Bolehlah juga ngasi oleh-oleh, cerite keh, puisi keh, artikel keh, ape jak, semogelah segale amal baek sodara-sodara tu diterima disisi Tuhan.
Kritik, saran komentar pun boleh gak jike maok ngasih, se iklas nye lah..
Mak kasih lah atas kunjungannye, balek lah agik kapan-kapan,ati-ati ye dijalan, maklomlah jalan maya gampang bikin kite tesesat... mak kasih yee....
Salam hangat selalu, horas, merdeka.........
Read More......

08 Februari, 2009

ADA APA DENGAN MONAS ?

Tugu Monumen Nasional merupakan bangunan monumental bagi Bangsa Indonesia pada umumnya dan masyarakat Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada khususnya. Salah satu fungsi dari Tugu Monas ini antara lain sebagai obyek wisata, dimana dari atas puncak Tugu Monas ini para wisatawan dapat memandang ke seputar kota Jakarta.

Akses masuk ke Menara puncak Tugu Monas dapat dicapai antara lain melalui Lift yang berada di bagian dalam dari tubuh Tugu ini.

Mungkin tidak banyak yang tahu, bahwa Monumen Nasional (Monas) di jantung kota metropolitan Jakarta, dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Pada saat ini, kondisi tubuh Monas sudah mengalami kerusakan, diantaranya adalah jatuhnya marmer pada tahun 2005 (lihat gambar di bawah), terdapat retak pada bagian atas dak atap museum, juga terdapat bercak-bercak kuning pada marmer, sehingga jika dilihat secara seksama sudah mulai kurang layak dilihat secara keseluruhan.

Untuk menangani kerusakan-kerusakan dan pandangan kurang layak tersebut, Pemerintah DKI Jakarta telah menugaskan sebuah tim konsultan untuk mengadakan Penelitian dan Kajian Keandalan Teknis Tugu Monas, sebagai rujukan di dalam pelaksanaan perbaikan. Dan, saya ikut terlibat di dalam tim tersebut sebagai structural-advisor.

clip_image002

Gambar di atas menunjukkan posisi dimana terjadi pecahan/retakan marmer yang sempat jatuh ke pelataran cawan. Dan foto di bawah ini adalah foto rekaman pada posisi tersebut.

clip_image002[5]

clip_image002[9]

Untuk pekerjaan panjat memanjat serta bergelantungan dengan tali, kami dibantu mahasiswa dari Mapala UI (tahap I) dan pasukan khusus anti-teror (tahap II) untuk melakukan pemotretan dan pengambilan sampel.

clip_image002[7]

Hasil kajian dan penelitian proyek ini dapat di lihat di sini

Rencananya pada bulan Maret 2008 akan diadakan tahap perbaikan, namun beberapa waktu yang lalu ketika saya lewat di Monas, sempat menoleh ke puncak Monas…….ternyata gerowakan itu masih tetap nongkrong pada posisinya semula.

Perlu kewaspadaan dan kehati-hatian apabila berkunjung ke sana, mudah-mudahan peristiwa jatuhnya marmer tidak terulang kembali. Atau sebaiknya anda pakai helm sebagai safety.

Read More......